LEBIH BAIK MATI DI TANGAN TUHAN DARI PADA..

LEBIH BAIK MATI DI TANGAN TUHAN
DARI PADA HIDUP DALAM PELUKAN IBLIS
Lalu berkatalah Daud kepada Gad: “Sangat susah hatiku, biarlah kiranya aku jatuh ke dalam tangan TUHAN, sebab sangat besar kasih sayang-Nya; tetapi janganlah aku jatuh ke dalam tangan manusia.”  
I Tawarikh 21:13

Jikalau Anda melakukan kesalahan dan harus menanggung hukuman, manakah yang Anda pilih: 3 tahun hidup kelaparan, 3 bulan dikejar-kejar musuh atau 3 hari mengalami sakit?  Mungkin kita cenderung memilih yang paling cepat dan paling ringan: 3 hari sakit.
Inilah yang terjadi pada bangsa Israel selama 3 hari terkena wabah penyakit sampar.  Peristiwanya dimulai dari penghitungan jumlah Israel.  Sensus penduduk pada dasarnya tidaklah jahat, tetapi dibalik dari niat Daud menghitung jumlah kebesarannyalah yang membuat kekejian di mata Tuhan.
Penulis kitab Tawarikh menyebutkan tindakan Daud diprovokasi oleh Iblis.  Penulis kitab II Samuel menyebutkan tindakan Daud adalah bagian dari ijin Tuhan karena sikap Israel yang keji dihadapan Tuhan.  Entah apa yang terjadi sesungguhnya, namun dari kedua kitab ini dapatlah diketahui bahwa baik bangsa Israel maupun Daud melakukan dosa di hadapan Tuhan.  Ini perihal motivasi dari hati yang di dalam.
Pengakuan dosa oleh Daud (I Taw.21:8), telah membuat Tuhan memberikan pilihan untuk memperoleh hukuman yang setimpal dengan kesalahan dan dosa Daud serta Israel.  Bisa jadi jikalau Daud memungkiri dosanya, Tuhan langsung menghukum dengan keras tanpa adanya pilihan hukuman.
Singkatnya, Daud merasa bertanggung jawab atas bencana penyakit sampar.  Ia bersedia menanggung hukuman atas dosanya.  Ia tidak menyalahkan dan mengambinghitamkan orang lain.  Bahkan Daud memilih lebih baik dihukum, bila perlu mati di tangan Tuhan dari pada hidup dalam pelukan Iblis.
Sekarang ini banyak orang yang mengaku Kristen tetapi sengaja mengeraskan hati atas dosa-dosa yang dilakukannya.  Bukannya mengakui di hadapan Tuhan dan bertobat tetapi merasa diri benar dan jika hidup sulit, menyalahkan Tuhan dan orang-orang gereja.
Marilah kita mengevaluasi hidup kita: Adakah dosa-dosa yang kita perbuat dan belum membereskannya di hadapan Tuhan?  Sudahkan kita mengakui dosa-dosa itu dihadapan Tuhan dan bertobat?  Mungkin dosa itu tidak kelihatan karena orang lain tidak tahu.  Mungkin pula dosa percabulan, gambar porno, hati yang meremehkan dan motivasi yang digerakkan oleh Iblis, dan celakanya jikalau kita justru menurutinya.  Bukankah ini ujungnya menuju maut yang ngeri?!  Lebih baik dipulihkan dan diajar Tuhan dari pada dibuai Iblis.  Lebih baik mati di tangan Tuhan dari pada hidup di dalam pelukan Iblis.